Disebuah kursi kayu panjang yang ada di halaman rumahnya, Ayane masih setia menunggu. Menunggu, menunggu dan menunggu. Gadis itu melakukannya sendiri dalam diam dan terus berdoa untuk seseorang yang sangat ia rindukan itu. Sepuluh tahun Ayane melewati bulan Oktober seorang diri. Gadis bermarga Fujito itu tetap tak terusik ketika di pangkuannya sudah mulai di penuhi dedaunan yang berguguran. Musim gugur yang sudah memasuki fasenya membuat dedaunan dai pohon maple berjatuhan. Percampuran warna kuning, merah, kecoklatan, oranye bersatu menghasilkan sebuah pemandangan alami yang luar biasa indah. “Ya Tuhan, apakah dia benar-benar akan datang?” Gumam Ayane lirih. Gadis itu memngerjapkan kedua matanya yang tertutup dan mendongakan wajahnya ke atas, membiarkan salju berjatuhan di atas permukaan wajah cantiknya. Ayane kembali memutar kenangan yang pernah terjadi sepuluh tahun yang lalu. Gadis itu tak pernah bisa menghapus ingatan tentang kejadian terindah dalam hidupnya. Malam itu, ...
Hello Heaven Corner By : Kiki Ningrum