Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Not Yet

Plakk ... ! !! “ Sudah kubilang jangan memintaku untuk menikahi dirimu. Aku masih ingin bebas. Lagipula, a ku ragu jika bayi yang ada dalam kadunganmu adalah anakku. Kau ini punya banyak mantan kekasih. Bisa saja anak yang kau kandung adalah anak dari salah satu mantan kekasihmu itu ” Pria berkulit putih pucat itu membentak wanita yang tengah menangis tersedu-sedu di depannya. “ Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan pria selain dirimu. Mereka hanya teman-temanku ” Sergah wanita itu dengan suara bergetar . Pandangannya menunjukan rasa sakit yang teramat pada pria yang berdiri di hadapannya. “ Apa aku bisa mempercayainya? ” Tanya pria itu dengan suara yang tinggi. Pria itu terlihat frustasi, ia kemudian mengacak rambutnya kasar. Wanita itu tak kalah frustasi darinya. Mereka berdua, sepasang kekasih yang sedang berduel itu tampak tak memperdulikan setiap orang yang berlalu lalang di jalan setapak itu. Salah satu jalan yang selalu ramai di Melbourne itu menjadi saksi pert...

Tomorrow

Langkah angkuh seorang gadis di sebuah lobi perusahaan ternama di Korea Selatan itu mendapat perhatian dari beberapa pasang mata yang berpapasan dengannya. Wajah gadis itu terlihat dingin dan senyum miringnya terkesan mematikan. Dia, tidak terlihat seperti seorang gadis biasa yang tengah berkunjung ke perusahaan tersebut. Tas jinjing merek ternama yang ia bawa menandakan pada orang banyak jika gadis itu adalah orang berada. Gadis yang mungkin memiliki harta melimpah hingga ia bisa memiliki salah satu benda limited edition di dunia. Gadis itu kemudian meletakan tas jinjingnya di atas meja resepsionis. “Aku sudah membuat janji pada atasan kalian, Jung Minseok” Ucap gadis itu dengan angkuhnya. “Maaf nona, untuk saat ini Presdir (Presiden Direktur) sedang tidak bisa diganggu” Jawab resepsionis itu. “Baik, aku akan tetap ke ruangannya” Resepsionis yang baru saja menjawab pertanyaan gadis itu memicingkan sebelah matanya mendengar jawaban gadis itu. “Tidak bisa nona” Ucap resepsi...

Candy

Senyum terus terukir di wajah Keisha ketika berhasil mencuri pandang pada objek yang ada di dekatnya. Gadis itu berhasil melirik wajah seorang pemuda yang duduk di sampingnya. Pemuda yang seumuran dengannya itu terlihat tenang. Wajah pemuda itu bagaikan candu untuk Keisha. Sehari saja gadis itu tak melihatnya, dirinya akan dilanda rasa rindu yang bisa memecah konsentrasinya. “Semakin hari aku merasa kau semakin tampan saja” Ucap Keisha dalam hati. “Kei, kau mau ke kantin?” Tanya seseorang tiba-tiba, memecah lamunan Keisha dan berhasil membuat gadis berambut pendek itu hampir saja ketahuan tengah memperhatikan pemuda yang ada di sampingnya. Kepalanya langsung bergerak, mengarah pada langit-langit kelas ketika pemuda itu hendak menolehkan wajahnya. “Ah, kemana perginya permen yang bisa terbang itu?” Ucap Keisha dengan spontan. Gadis itu sebenarnya tak tau apa maksud dari kalimat yang baru saja terlontar dari dalam mulutnya. “Terdengar bodoh, apa yang kau maksud dengan permen...